Home > Uncategorized > Prosperity Consciousness, Cerita Mardigu WP [2 of 3]

Prosperity Consciousness, Cerita Mardigu WP [2 of 3]

Di Ramta School, Hari pertama 110 orang murid hadir. Dari 10 negara. Ada india, australia, philipina, malaysia, kamboja, hongkong, jepang, amerika, inggris, terakhir dari iran. Saya satu-satunya dari Indonesia.

Hari pertama perkenalan, masing-masing cerita jalan hidup mereka masing-masing sharing, berbagi sedetail dan serinci mungkin.
Wah, seperti film drama. Ceritanya seram-seram. Menegangkan. Taruhan nyawa
hilang dan angota keluarga yang meninggal terbunuh hal yang biasa. Parah semua kondisinya.

Ada yang usia 55 tahun, selama 40
tahun bekerja hanya untuk membayar hutang, ada yang bangkrut berhutang dengan genk mafia, ada yg dikejar-kejar triad dan dibunuh keluarganya, ada yang ditipu habis oleh keluarga senidiri, wah sulit di bayangakn cerita jalan hidup mereka, bahkan 100 kali mendengar
cerita masing-masing, 100 kali saya menangis.

Saya tentu tidak boleh menceritakan rincian cerita mereka karena ini menjadi rahasia diantara kami.
Dimana kami seakan sudah menjadi saudara sependeritaan , common sorrow.
Jalan hidup saya jika mendengar cerita mereka menjadi tak sebanding, tak ada apa-apanya.

Hari berikutnya, sang instruktur menceritakan jalan hidup mereka. Sama saja awalnya kusut semua. Mereka ber 5. Masih muda. Yang paling tua baru 35 tahun. Namun rekening mereka paling sedikit AUD $ 6,000,000.
“Diampuuut..!” ujar saya dalam hati berkali-kali.

Milionaire mindset di ajar oleh millionaire. Ok, ini benar. Ini adil.
Kami dilihatkan ke ATM dana mereka. Mereka tidak dusta.

Diperlihatkan keesokan harinya bagaimana uang itu datang ke mereka.
Mulai melek mata saya. Mulai lompatan-
lompatan kecil liar di otak berjalan.
Aha, aha. Itu berkali-kali.

Hari berikutnya. Pelajaran dimulai.
Formasi setengah lingkaran. Tanpa meja.
Pelajaran trespassing namanya, teritori ego kami akan diterabas, akan dicross, akan dilewati, siap-siap marah, siap-siap tersusuk hatinya.

Kami peserta diberi pertanyaan “how is
the money come to you?”.
Bagaimana uang datang ke anda?
Seluruh peserta mendapat giliran, kalau disamaratakan semua menjawab DENGAN BEKERJA.

Pertanyaan berikutnya “Kalau anda tidak ada uang apa yang anda lakukan?”
Seluruh peserta berbicara bergantian,
kesimpulannya “mencari kerjaan”.

Pertanyaan berikutnya, kalau anda bekerja apa yang anda peroleh?
Seluruh peserta menjawab “UANG!”

Pertanyaan berikutnya, JADI BEGITULAH CARA KERJA OTAK ANDA? Untuk mendapat uang anda harus bekerja?

Kita stop sebentar. Ada yang salah dari
pernyataan di atas? Tentu tidak bukan. Inilah pertanyaan dan pernyataan selanjutnya.
“Bisakah anda tidak bekerja , anda dapat
uang?”
Otak saya kram, macet.

Kemudian terdengar suara instruktur melanjutkan “Karena anda berfikir uang datang kalau bekerja, kalau tidak punya uang anda mencari kerjaan, dan anda pikir anda mendapat uang, padahal itu
hanya menyambung hidup, diakhir bulan uang anda habis lagi, dan anda bekerja lagi, begitu roda kehidupan yang anda putar, BENAR?”

Otak saya berhenti. Rasanya tidak ada yang salah. Bukankah itu pemahaman yang umum. Uang didapat dengan bekerja. Gak kerja ya gak dapat duit.

Pertanyaan berikut agak menohok saya. “Anda berTuhan mr Mardigu, anda percaya Tuhan?” Ya, pasti.

“Tuhan anda bisa apa?”
Duh kalau ini bukan pelajaran trespassing sudah ngamuk saya.

“Tuhan saya bisa segalanya. Tak
terhingga”. Jawab saya dengan nada tidak nyaman.

Instruktur bernama Geoff mendekat, “Tuhanmu tak terhingga bisa ngapain aja, bisa semuanya?”
“Bisakah anda meminta pada Tuhan. Kamu di rumah, duduk dengan orang yang mencitaimu dan yang kamu cintai, mengerjakan sesuatu yang menjadi kesukaanmu, UANGMU TAK
TERHINGGA. Bisa gak?!”

Saya gelagepan. Ditekan lagi saya.

“Bisakah tuhanmu mendatangkan uang padamu tanpa kerja. Hanya mengerjakan yang kau cintai, DAPAT UANG TAK
TERHINGGA, bisa kah?”
“Bisa!” jawab saya keras.

“Kenapa kamu tidak minta itu? Kenapa kamu tidak minta kepada Tuhan, ya Tuhan, saya mau berkumpul dengan orang yang saya cintai, mengerjakan sesuatu yang saya sukai, menyenangkan banyak orang, santai, membuat sehat, membuat pinter, membantu alam, dan
dapat duit tak terhingga, kenapa ngak minta kayak gitu, kenapa ngak taro kata-kata itu dalam pikiranmu, kenapa malah milih yang repot, yang cape, yang buat frustasi hanya untuk dapet duit?! Kenapa minta kerja baru dapat uang?!”
Nada suaranya meninggi dan mengeras.

Saya tidak menjawab, saya ya juga bingung. Kenapa saya mau dapat uang harus kerja?
Kenapa ngak diem aja atau mengerjakan
sesuatu yang enak dan santai aja?
Tapi kenyataanya khan orang harus kerja juga apapun itu? Buktinya banyak orang yg santai-santai malah masuk jurang kemiskinan. Ini maksudnya saya harus apa ya.

Geoff menekan saya lagi, “Kalau anda datang kesini masih mempertahankan dan mempertanyakan hal-hal dasar. Anda siap-siap kecewa. Kalau anda percaya anda yang menentukan nasib anda siap-siap terkejut. Kalau anda percaya nasib bukan ditangan anda, anda
pasti kecewa. Kalau anda percaya Tuhan bisa melakukan apapun anda pasti mendapat sesuatu. Kalau anda percaya garis tangan sudah ditentukan sebelumnya anda pasti frustasi, kalau anda percaya anda menulis jalan hidup
anda sendiri anda pasti menemukan jalan
keluar. Kalau anda banyak berfikir dan
mepertanyakan metode pengajaran selama 7 hari ked epan siap-siap angkat koper karena anda tidak mendapatkan apa-apa, kalau anda pasrah dan percaya anda sangat diuntungkan karena semua akan mudah. Kalau anda percaya inilah jawaban atas doa anda anda pasti menikmati setiap proses di kelas ini. Kalau anda masih memegang kukuh belief sistem anda yang lama anda akan persis akan menjadi seperti anda sekarang, kalau anda meruntuhkan seluruh bangunan anda dan bersiap membangun pondasi belief baru siap-siap melihat diri anda yang anggun yang sesuai dengan maunya anda”.

Kemudian nada suaranya melunak dan makin pelan, “Anda kesini sudah membuang waktu, membuang tenaga, membuang pikiran, membuang uang, apa yang tersisa dari anda hanya pola pikiran saja , kalau anda mau membuang pola tersebut kita akan melanjutkan pelajaranya. Siap-siap akan sakit, sakit hati karena semua yang anda pegang bisa lepas bahkan harus lepas. Bahkan kebenaran yang anda pegang akan dichallenge, ditantang ke
batas ujung. Diri anda akan didorong ke batas yang anda merasa apakah mungkin, apakah masuk di akal, masak sih, bagaimana bisa, pernyataan dan pertanyaan logika belief lama akan ditantang, kalau ternyata tidak teruji, rubuhkan. Ingat kebenaran yang terbenar
adalah kebenaran yang teruji, kebeneran yang terbenar adalah kebenaran yang tidak “menohok/menyinggung” siapa pun, kalau ada yang sakit hati gara-gara kebenaran ini, pelajaran kebenaran ini salah dan kebeneran yang paling terbenar ia membela dirinya
sendiri.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: