Home > Uncategorized > Prosperity Consciousness, Cerita Mardigu WP [1 of 3]

Prosperity Consciousness, Cerita Mardigu WP [1 of 3]

Sebagai seseorang yang memahami sedikit kerja otak, usulan seorang sahabat cukup membuat saya berfikir keras. Pernyataannya singkat
namun memberikan saya waktu untuk
menjawabnya.

Dia menyatakan bahwa budaya bisnis bangsa indonesia masih sangat hijau.
Masih bermental pedagang kakilima. Buktinya ada 40 juta saudara kita yang bertumpu dari bisnis paling bawah ini. Kalau dihitung 1 orang menghidupi 4 orang maka 10juta saudara kita
berfikir demikian. Sisanya tidak berfikir ke arah bisnis sama sekali.

Menurutnya, adakah ini kesalahan sistem
kerajaan yang berkuasa di banyak wilayah
indonesia sehingga rakyat kebanyakan adalah manut ikut saja. Atau pemahaman agama yang disalahartikan seakan harta membuat sengsara.
Harta membuat persaingan. Harta dianggap cinta dunia. Harta membuat berjarak dengan Tuhan. Harta sumber perpecahan dan lain sebagainya.

Atau pemahaman lainnya?
Adakah pemahaman ini membuat otak menjadi tidak memiliki PROSPERITY CONSCIOUS?
Cukup luas matrik pertanyaan tersebut.
Hanya dari sebuah pernyataan, dasar pemikiran kebanyakan bangsa Indonesia bukan bisnis.
Entah itu pemahaman agamanya, pemahaman kultur budayanya. Dasarnya adalah berjarak dengan bisnis.

Saya tidak setuju dengan pemahaman tersebut, namun saya tidak menolaknya. Saya kenal sekali perilaku universal terhadap penolakan.
Kita tidak akan mendapat kebenaran.

Maksudnya begini. Suatu hari kita bertanya pada anak kita tentang hasil ulangannya. Dia bilang belum dibagikan. Kita tahu dia berbohong. Kita
mendesaknya atau kita memberinya waktu untuk menyiapkan sebuah kebenaran?
Jika kita tekan pada saat itu. Dia akan tertekan. Dia akan takut. Dia akan menjadi tertutup. Kita tidak akan mendapat kebenaran.

Saya tahu sedikit tentang ilmu otak manusia ini. 4 tahun belajar di negeri Paman Sam untuk bidang ini. Psychology terapan untuk bisnis.
Tahun 1990an pulang dari belajar tersebut
bekerja sebagai profesional di dunia keuangan sebelum berwirausaha di pertengah tahun 1996.
Sejak tahun 2000an membantu banyak
perusahaan dalam bisnis consultan kemudian memberanikan diri menulis beberapa tulisan untuk anda. Mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini
bermanfaat.

Jadi ilmu yang akan banyak saya tuangkan adalah ilmu kemanusiaan. Ilmu otak manusia bekerja. Ilmu respons dalam dunia bisnis di Indonesia.
Saya tidak akan terlalu repot dengan ilmu tinggi ekonomi yang berdasar pada transaksi di negara maju. Saya cukup bangga dengan produk lokal.
Kita punya kebijaksanaan lokal sendiri. Kita harus bisa menguasai pasar dengan
kebijaksanaan lokal tersebut.

Saya akan memulai dengan PROSPERITY
CONCIOUS, Kesadaran kaya. Kaya adalah pilihan. Cara otak bekerja adalah pilihan, ini sekilas fakta tentang otak.

Bangsa manapun di dunia, ukuran otaknya (volume) ukuran panjang syaraf, jumlah pengantar kimia dalam otak, sensor semua sama. Kecepatan kemampuan berfikir yang oleh
sebagaian orang disebut IQ juga tidak berbeda jauh. Kemampuan menyimpan data, sama.

Anggap otak itu komputer. Anggap otak itu HARDWARE. Semua manusia, sama.
Lalu dimana perbedaanya?
Mengapa yang satu lebih sehat dari yang lain. Mengapa yang satu mudah tertawa, mengapa manusia yang lain mudah mendapat jodoh, mengapa dia lebih cepat mendapaty uang?

Ada sebuah fakta. Jika 375 nama orang yang saya sebutkan ini hartanya digabungkan semua maka sama dengan kekayaan 3 milyar umat manusia.
375 orang sama dengan 3 milyar manusia!
Bill gates, Donald Trump, warren buffet, laxmi mittal, paul ellen, mark cuban, jeff bazos, rupert murdock, sam walton, dan terus berlanjut hingga 375 orang, demikianlah jumlah kekayaan mereka
sama dengan gabungan 3milyar manusia.

Otak sama, nasib beda?
Nasib?
Ini batu sandungan pertama. Ada sebuah sistem pada manusia yang namanya belief system.
Sistem keyakinan. Ini ditanam di subconcious seseorang. Jika sudah ditanam di posisi ini merubahnya memerlukan teknik khusus. Cara
biasa tak akan pernah berubah.

Misalnya kebiasaan merokok. Maaf saya
mengambil contoh merokok karena mudah dipahami. Saya tidak merokok, namun saya bukan anti orang perokok. Prinsip saya merokok itu baik, tidak merokok lebih baik. Itu hanya sebuah pemahaman dan pengambilan posisi
melihat sesuatu.

Kembali merokok sebagai contoh. Dalam iklan di Tv secara vulgar di tulis MEROKOK BISA MENYEBABAKAN KANKER,GAGAL JANIN,
PENYAKIT PARU-PARU dan lain sebagainya.
Dibacakah oleh setiap perokok? Ya.
Berhenti karena takutkah mereka. Tidak. Mengapa?
Inilah kerja otak.
Otak consious menguasai informasi
pengetahuan hanya 12% dari sebuah
tindakan. Subconsciousnya 88%. Informasi tadi hanya menempel di conscious tidak menjadi gerak.
Otak subconscious: merokok itu nikmat.
Itulah yang dilakukan.

Kita kembali ke prosperity consious, kesadaran kemakmuran, IQ kaya, Tulang kaya, balung sugih, apapun itu, bagi mind master ini adalah software kaya yang mereka miliki. Kesadaran kaya adalah software. 375 orang kaya memiliki
software ultra kaya tersebut. 3 Milyar sisanya tidak memiliki.

Bisa menerima? Masih berat? Dimana nasib?
Ya, ini pertanyaan kecil dari kelompok besar. Ini pertanyaan saya pula. Saya mengalami jalan kehidupan yang turun naik seperti gelombang laut selagi badai. Saya pernah memiliki materi berlimpah yang 3 tahun kemudian tinggal
di rumah kontrakan dengan masih menanggung hutang besar. Kemudian kembali berlimpah materi yang kemudian kembali terpuruk. Balik lagi naik ke atas lalu terbalik di puncak dengan
beragam kisah.

Saya banyak bertanya urusan ini, urusan jalan hidup.

Hingga saya memutuskan belajar, belajar,
belajar kemanapun dan mencari kemanapun untuk mendapatkan jawabannya. Sampai pula saya belajar ke Ramta’s Mind di Australia tahun 2001 disinilah semua terungkap. Setidaknya menjawab pencarian saya.

Jadilah sebuah pelajaran bisnis ala mardigu. Pengalaman-pengalaman pribadi.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: