Home > Uncategorized > [Mardigu WP] Millionaire Mindset Chapter 4 of 7.

[Mardigu WP] Millionaire Mindset Chapter 4 of 7.

Millionaire Mindset
chapter 4 – lanjutan

SEHELAI KERTAS BERNAMA ANDA
Setiap manusia terlahir tanpa memiliki ide tanpa
memiliki pemikiran sama sekali. Apapun yang
menjadi pemikiran dan perasaan saat ini pastilah
sesuatu yang dipelajari. Sejak mulai bayi hingga
besar seperti sekarang.

Otak seorang anak adalah sehelai kertas kosong
yang polos. Kemudian setiap orang dan
pengalaman yang hadir dalam hidupnya
meninggalkan jejak di atas kertas polos tadi. Bagi
orang dewasa, yang terdapat dalam benak pikiran
adalah akumulasi jumlah total pengalaman-peng
alaman, jejak-jejak masa lalu yang membentuk
sebuah jalan…matrik kehidupan.

Apa yang dia pelajari, apa yang dia rasakan dan
alami sepanjang hidup kelak menjadi apa cara
dia berfikir dan bertindak ketika dewasa. Inilah
yang disebut self concept..konsep diri seseorang.
Ada yang menyebutnya dengan istilah lain: setiap
orang akan mengembangkan berbagai keyakinan
tentang dirinya. Dimulai sejak lahir kemudian
menjadi programmaster yang menggerakkan
komputer bawah sadar anda. Menentukan apa
yang anda pikirkan, menentukan apa yang anda
rasakan, menentukan yang anda lakukan.
Oleh karena itu, semua perubahan yang terjadi
yang terjadi pada kehidupan lahiriah anda
DIMULAI DARI PERUBAHAN PADA SELF
CONCEPT, gambaran keyakin diri dirubah. Inilah
yang menjadikan pelajaran awal untuk
menjadikan anda memiliki kemakmuran.
Saya lama melakukan perubahan keyakinan diri.
Dulu saya adalah orang kampung itu adalh self
concept saya. Kemudian saya merubah
bayangan diri tersebut. keyakinan diri saya
menggambarkan saya adalah orang sukses, orang
yang berhasil menaklukan ibukota jakarta. Begitu
saya mengalami kebangkrutan. Disinilah awal
semuanya. Disinilah awal saya bergerak maju.
Disnilah konsep gambaran diri saya yang baru
terealisir mengkristal menjadi kenyataan.
Ingat, seorang anak terlahir kedunia “tanpa
bayangan keyakinan diri/self concept” sama
sekali. Semua ide, opini, perasaan, sikap, atau
nilai nilai yang anda miliki adalah hasil perjalanan
kehidupan anda sejak kecil.

Seperti apa anda hari ini adalah hasil keyakinan
anda masa lalu. Jika anda tidak puas dengan
hasil sekarang maka “ubahlah konsep gambaran
keyakinan diri anda terlebih dahulu”. Lalu jalani
kehidupan kedepan dengan gambaran konsep
kekinan diri anda yang baru.

“I think therefore i am..aku adalah apa yang aku
pikirkan” – Rene Descartes

Sekarang anda sudah mengetahui bagaimana
pola pikir mindset kemakmuran tersebut anda
tanam kedalam pikiran anda. Anda ciptakan
konsep bayangan keyakian diri anda yang baru.
Jika and adi besarkan oleh orang tua yang selalu
mengatakan anda adalah anak yang baik, dan
orang tua anda selalu memberikan cinta yang
cukup, lingkumgan anda selalu mendorong
kemajuan anda, mendukung anda, percaya
kepada kemampuan anda, tidak perduli dengan
apa yang anda lakuakan gagal atau
berhasil…anda akan tumbuh menjadi seorang
yang memiliki self consept gambaran keyakinan
diri anda adalah anda seorang yang baik dan
seorang yang berharga.

Pengalaman pada saat kecil tadi menjadikan
keyakinan ini tertanam dalam diri anda dan
menjadi dasar bagaimana ANDA MEMANDANG
DIRI ANDA. Bagaimana anda memandang
hubungan anda dengan dunia anda.
Jika anda dibesarkan oleh orangtua yang tidak
paham betapa berpengruhnya setiap kata dan
tindak tanduk mereka dalam membentuk
kepribadian anda. Mereka akan dengan mudah
melontarkan kritik-kritik destruktif, menunjukan
ketidak setujuan. Orang tua yang menekan anda
dengan menerapkan hukum fisik atau
menerapakan tekanan emosional agar dapat
menerapkan disiplin untuk mengendalikan anda.
Jika seorang anak terus menerus dikritik
diusianya yang masih belia, dia akan dengan
segera menarik kesimpulan bahwa hidupnya
TIDAK BERES. Sesungguhnya dia tidak mengerti
mengapa dia di kritk atau dihukum, namun dia
menganggap orang tuanya tahu sesuatu yang dia
tidak tahu. Jadi bayangan diri yang tercipta atas
dirinya sendiri adalah dia orang yang tidak
berharga atau tidak patut di hargai. Dia tidak
berhak mendapat penghargaan dan rasa cinta.
Pastinya dia tidak berarti. Itulah bayangan
keyakinan dirinya yang tertanam. Dan masa
depannya sudah mudah di tebak, benar?

Bagaimana jika dalam gambaran keyakinan diri
anda tersebut belum terpasang konsep
kemakmuran. Bisakah dipasang? Bagaimana
caranya?

Bersambung…

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: