Home > life > Tersenyumlah :)

Tersenyumlah :)

tanpa judul – syair dari timur tengah

Elia Abu Mahdi berkata:
Orang berkata, “langit selalu berduka dan mendung”
Tapi aku berkata, “tersenyumlah, cukuplah duka cita di langit sana”

Orang berkata, “masa muda telah berlalu dariku”
Tapi aku berkata, “tersenyumlah, bersedih menyesali masa muda tak ‘kan pernah mengembalikannya”

Orang berkata, “langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka. Janji-janji telah mengkhianatiku ketika kalbu menguasainya. Bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya?”
Maka aku pun berkata, “tersenyum dan berdendanglah, kala kau membandingkan semua umurmu ‘kan habis untuk merasakan sakitnya”

Orang berkata, “perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan, ia laksana musafir yang akan mati terserang rasa haus”
Tapi aku berkata, “tetaplah tersenyum, karena engkau akan mendapat penangkal dahagamu. Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya. Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesalahan orang lain, apalagi sampai engkau seolah-olah yang melakukan dosa dan kesalahan itu?”

Orang berkata, “sekian hari raya telah nampak tandaatandanya seakan memerintahkanku membeli pakaian dan boneka-boneka. Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudara, namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham adanya”
Aku katakan, “tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena anda masih hidup, dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara dan kerabat yang kau cintai”

Orang berkata, “malam memberiku minuman ‘alqamah”
Aku berkata, “tersenyumlah, walaupun kau makan buah ‘alqamah mungkin saja orang lain yang melihatmu berdendang akan membuang semua kesedihan. Berdendanglah, apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham, atau kau merugi karena menampakan wajah berseri?”
“saudaraku, tak membahayakan bibirmu jika engkau mencium, juga tak membahayakan jika wajahmu tampak indah berseri. Tertawalah, sebab meteor-meteor langit juga tertawa, mendung pun tertawa, karenanya kami mencintai bintang-bintang”

Orang berkata, “wajah berseri tidak membuat dunia bahagia yang datang ke dunia, dan pergi dengan gumpalan amarah”
Aku katakan, “tersenyumlah, selama kau dan kematian ada jarak sejengkal, setelah itu kau tidak akan pernah tersenyum”

Categories: life
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: