Home > Reflection > Kehidupan [reflection]

Kehidupan [reflection]

Hakikatnya, kita manusia, tak ada beda dengan ulat..
Sebagian diberikan diberi kesempatan untuk menjadi kupu-kupu..
Namun tak berapa lama kemudian ia tetap harus mati, meski tanpa sebab, karena kematian memanglah sebuah kewajiban bagi yang hidup..

Yang diberi kesempatan menjadi kupu-kupu janganlah merasa bangga.. Yang hanya diberi kesempatan hanya sampai ke bentuk ulat tak perlu kecewa.. Yang memiliki kesempatan hanya sampai ke bentuk kepompong dan mati di dalamnya pun sama saja..

Apalah yang dilakukan ulat untuk menjadi kupu-kupu? Tentu saja ulat pun tidak tahu.. Mereka hanya makan, makan, dan makan, lalu tak lama kemudian ia harus menjadi kepompong dan kemudian kupu-kupu..

Namun dewasa ini banyak Kupu-Kupu yang sombong, mereka bilang “aku menjadi seperti sekarang ini karena aku berusaha” padahal apalah arti usahanya tanpa kesempatan yang diberikan? Lalu siapa yang memberikan kesempatan? Adakah sebelumnya ia memilih lahir menjadi ulat? Dan jika memang ia mampu mengapa tak sedari awal memilih menjadi burung?

Seorang Guru mengatakan “manusia sering kali sombong, merasa mampu berdiri dengan kakinya sendiri, padahal apalah arti kaki tanpa bumi untuk berpijak”

Wallahua’lam

#abid912

Categories: Reflection Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: