Home > Uncategorized > All About Life.

All About Life.

Menyambung posting sebelumnya yang merupakan copas dari Dr. Joe Vitale, saya ingin mengulas sedikit lagi tentang alam bawah sadar, mindset, mental block, dan sejenisnya, demi suatu pemahaman yang utuh agar kemudian kita bisa memperbaikinya.

Otak kita seperti halnya sebuah Server pada suatu jaringan komputer. Semua yang dilakukan oleh Client direkam oleh Server, tak peduli itu hal negatif ataupun positif, semua direkam.

Dulu saya mengira hanya kebudayaan lokal kita (red. indonesia) yang sering melabeli kehidupan, uang, kekayaan, kekuasaan, dll secara negatif. Namun ternyata di dunia barat pun demikian.

“Hidup sudah susah, jangan dibuat susah.”
“Mencari uang itu susah.”
“Orang kaya belum tentu bahagia.”
“Money is evil.”
“Money will attract problems.”
“Money will make me a selfish person.”
“Wanting money is greedy.”
“Rich people are snobs.”
Etc.

Semua hal tersebut sering kita dengar sedari kecil, lalu terekam di alam bawah sadar kita, kita mempercayainya, dan akhirnya kita hidup dalam pemahaman, keyakinan dan keadaan yang demikian. Hal ini yang disebut mental block.

Harus kita akui bahwa hanya sebagian kecil orang yang beruntung mendapatkan “rekaman-rekaman” positif sedari kecil dari lingkungannya.
Sebagian lagi mampu mendobrak “rekaman-rekaman” negatifnya dikarenakan himpitan hidup yang teramat sangat.
Dan sebagian lagi, yang sedari kecil hidup dalam kondisi “biasa-biasa” saja dan “sedang-sedang” saja malah sering kali stuck dalam “kebiasaannya” dan “kesedangannya” tersebut.

Namun zaman semakin modern, akses informasi ke segala penjuru dunia semakin mudah, itulah karunia besar yang kita dapati sebagai manusia yang hidup di abad ini.
Semakin banyaknya orang yang mampu mendobrak “rekaman” negatifnya sedari kecil pada abad ini, tidak lepas dari kemudahan-kemudahan tersebut.

Otak kita seperti halnya sebuah keping CD-R, semua hal yang sudah “direkam” tidak bisa diedit maupun dihapus. Namun kita bisa menambahkannya.

Kita bisa menambahkan “program-program” baru dan positif pada sisa ruang otak kita. Kita akan menyesakkan isi otak kita dengan “program-program” baru yang positif agar “program-program” lama yang negatif tidak mampu lagi keluar dan mempengaruhi hidup kita.

Caranya sudah sering saya posting.
Afirmasi positif, self-talk positif, mendengarkan lagu-lagu yang berlirik positif, adalah hal-hal yang paling mudah dan murah untuk kita lakukan. Kita dapat melakukannya di manapun dan kapanpun.
Namun semua butuh waktu dan kedisiplinan, tapi ini merupakan hal yang sangat pantas untuk diperjuangkan.

Semangat!!!

-yang berkaitan dan wajib dibaca-
Kebiasaan Baru, Cukup 11 – 46 Hari.
Aku Ingin Kaya.
Why The “Law Of Attraction” is Doesn’t Work?
Berpikir Positif, Berkata Positif, Menulis Positif, All About Positive Thing.

(Puisi) Mulai Dari Diri Sendiri – Syekh Abu yazid.

Terjemah Bebas “What to Say When You Talk to Yourself” Part 3/3
Terjemah Bebas “What to Say When You Talk to Yourself” Part 2/3
Terjemah Bebas “What to Say When You Talk to Yourself” Part 1/3

Categories: Uncategorized Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: