Home > My Experience > Membuat Paspor Sendiri…!!

Membuat Paspor Sendiri…!!

Setelah sebelumnya saya menuliskan pengalaman membayar pajak motor sendiri, kali ini saya akan menceritakan pengalaman membuat paspor sendiri.

Untuk saat ini, pembuatan paspor dapat dilakukan di Kantor Imigrasi (Kanim) manapun yang terdapat di Negri Para Bedebah ini. Misalkan kita ber-KTP Bekasi, kita bisa membuat paspor di Kanim Sabang ataupun Merauke.

(kepastian tersebut saya dapatkan dari senior yang bekerja di ditjen imigrasi dan saya telah membuktikannya sendiri)

Saya yang ber-KTP Bekasi mendatangi Kanim Jakarta Timur yang terletak persis di samping LP Cipinang.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membeli formulir pembuatan paspor. Konon harganya berfariasi tergantung kebijakan Kanim masing-masing. Di Kanim JakTim saya membelinya seharga Rp. 12. 000,- (including satu buah materai Rp. 6. 000,-). Lalu kita isi form tersebut (tidak sulit kok, kita hanya menyalin data yang ada di Kartu Keluarga ke form tersebut).

Oh iya, hampir lupa. Berkas yang harus dipersiapkan bagi yang single dan pengangguran seperti saya yaitu : fotokopi KK, fotokopi KTP (halaman depan dan belakang difotokopi berjajar menggunakan kertas A4, konon untuk memudahkan pen-scan-an data, fotokopi secara bolak-balik tidak akan diterima), fotokopi ijasah terakhir, fotokopi akte kelahiran. Semua masing-masing satu lembar saja. Jangan lupa bawa juga semua berkas aslinya, karena akan dicek kesamaannya (jika tidak membawa aslinya tidak akan diterima, jika menggunakan calo kemungkinan besar bisa. hehehe)

Bagi yang bekerja, diharuskan menyertakan surat pernyataan/rekomendasi dari kantor masing-masing.
Jika sudah menikah, diwajibkan menyertakan juga fotokopi akta/surat nikah. (jangan lupa juga untuk membawa berkas aslinya)
Jika pernah ganti nama, diwajibkan pula menyertakan surat keterangan ganti nama.

Lalu kita memperlihatkan berkas-berkas dan form tadi ke loket pengambilan nomor. Dan jika semua berkas lolos, nomor akan diberikan.

Lalu menunggu panggilan, setelah nomor dipanggil, berkas akan dicek ulang dan kita akan diberikan kertas bukti penerimaan berkas dan tanggal berapa kita harus kembali untuk sesi selanjutnya (kegiatan hari pertama selesai)

Kegiatan di hari kedua (biasanya satu minggu dari hari pertama) yaitu, mengumpulkan kertas bukti penerimaan berkas yang didapat di hari pertama. Lalu nama kita dipanggil untuk mendapatkan nomor untuk loket pembayaran. Setelah nomor dipanggil, langsung menuju loket pembayaran (bayar Rp. 270.000,-) dan mendapat bukti transaksi + nomor antrian untuk foto. Setelah nomor dipanggil kita melakukan foto dilanjutkan dengan wawancara. Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara adalah, mau ke mana.?? ada perlu apa.?? dan hal-hal simple lainnya. (kegiatan di hari kedua selesai)

Hari ketiga (maksimal 4 hari kerja setelah interview), kita hanya perlu menyerahkan bukti pembayaran yang kita dapat di hari ke dua, maka paspor akan diberikan setelah kita menandatangani bukti peyerahan tentunya.

Hore, kita akhirnya punya paspor juga.
Cukup murah kan, biaya total sekitar Rp. 300.000,- berlaku untuk 5 tahun.

nb : hari gini masih pake calo, cape deh.😛

Categories: My Experience
  1. November 6, 2010 at 11:28 am

    emang mau kemana mas..bikin paspor?😀

    • abid912
      November 6, 2010 at 8:39 pm

      hihi..
      rencana sih mao ngliat upin-ipin, tapi belom jadi nih,,…
      keinginan lain sih pengen muter2 asean, secara gitu bebas visa turis dan bebas viskal (kan udah punya npwp)😛

  2. November 27, 2010 at 3:21 pm

    rtrewde

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: