Self Image: Reminder From Mardigu WP


Ingatlah bahwa, walaupun kita tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat atau kalimat yang indah, Tuhan tetap memahami doa umatNya.

Secara keseluruhan, Anda adalah manusia yang terlahir sempurna. Setiap orang pada dasarnya baik, dan diberi hak untuk menjadi lebih baik. Berhak mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Begitu pula dengan Anda.

Anda berhak memperoleh hubungan dengan pasangan yang berbahagia, kesehatan yang sempurna, pekerjaan yang layak, dan kehidupan berkecukupan dengan limpahan finansial. Ini semua hak asasi Anda. Semuanya adalah paket yang Anda miliki.

Anda diciptakan untuk mendapatkan kesuksesan. Anda didesain memiliki Self Esteem atau rasa percaya diri. Anda diciptakan memiliki Self Respect atau hormat atas diri sendiri, kebanggaan diri. Anda adalah masterpiece, sebuah mahakarya yang tidak ada duanya. Tidak ada yang sama persis dengan Anda.

Anda diciptakan sebagai “Co Creator to God” atau pencipta nomor dua setelah Tuhan. Anda memiliki bakat dan kemampuan yang menakjubkan. Pergunakan potensi itu maka Anda akan memperoleh apa yang Anda impikan.

“Becareful of what you wish for”. Ya, sungguh. Hati-hati dengan apa yang Anda inginkan dan ucapkan, semua bisa menjadi nyata.

Ketahuilah, Anda hidup di sebuah zaman yang mengagumkan. Zaman paling hebat dalam sejarah umat manusia. Anda dikelilingi oleh banyak peluang yang dapat Anda manfaatkan untuk meraih impian-impian Anda. Semua alat penunjangnya pun lengkap.

Satu-satunya BATAS NYATA yang menjadi penghalang Anda untuk mencapainya adalah batasan-batasan yang ada dalam diri Anda. Batasan yang ada dalam pikiran Anda. Hasil pikiran Anda sendiri. Padahal, masa depan Anda sesungguhnya terbuka lebar, nyaris tak terbatas.

#~Reminder for Us, from Bosman: Mr. Mardigu WP

IMG-20160731-WA0002

http://warunghidroponikciamis.blogspot.co.id/

Advertisements
Categories: Uncategorized

Belajar Memasak Air?!

November 16, 2017 Leave a comment

Judul asli: BELAJAR MEMASAK AIR
By: Mardigu WP

Dalam bisnis hal yang paling penting adalah permodalan. Dan bagaimana membuat modal datang kepada bisnis kita?

Kita mengandaikan diri sekarang. Anda katakanlah seorang suami pengenten baru, dimana istri anda belum bisa masak. Lalu sang istri berkata, “Suamiku, bagaimana kalau dapur peralatannnya dilengkapi, juga berikan dapur yang bagus, plus ada oven, ada kompor, ada utensil peralatan yang lengkap untuk masak, pasti saya akan bisa masak dalam waktu cepat dan enak”.

Sekarang menurut anda, kita pakai akal sehat saja untuk menjawab, ketika anda siapkan semua peralatan tersebut apakah sang istri bisa masak sesuai janjinya? Atau tetap tidak bisa masak dan mengandalkan pembantu atau mengandalkan jari-jarinya di depan smartphonenya yang terhubung dengan apps go-food?

Sekarang kita balik, suaminya sekarang berkata, “Istriku, kamu kalau sudah bisa membuktikan pandai di dapur dan bersemangat, pasti aku akan perbagus dapur dan menyediakan seluruh peralatan dapur”.

Pertanyaan, berapa besar “chance” ketika benar istrinya bisa masak sang suami benar akan menepati janjinya menyediakan peralatan dan merombak dapur agar keren dan lengkap?

Ternyata dalam statistic dari dua kasus diatas, ketika suaminya menuruti pesan istrinya dimana jika dapur lengkap dia akan bisa masak, peluangnya sang istri bisa masak setelah dapur lengkap hanya 20%, alias dari 5 istri yang diperlakukan seperti ini, hanya 1 yang bisa masak.
Namun saat si wanita membuktikan kemampuannya, dari 5 suami, 3 orang atau 60% memenuhi janjinya memperindah dan memperlengkap dapur.

Mengapa demikian?
Secara psikologi pasti sudah bisa di tebak. Kita bahas khusus psikologi ini di tempat lain ya, agak panjang masalah ini di jelaskan karena harus mengunakan kisah pembuktian ekperimental.

Adapun tujuan tulisan kali ini adalah tentang mendapatkan modal bisnis.
Dalam proyek yang masih green field, belum jalan, masih konsep, masih ide, belum komersial, atau kalaupun sudah jalan masih “skala lab”. Maka modal akan sulit datang.
Karena pemodal atau funder kalau tidak melihat asset kita, mereka melihat “revenue” atau turn over atau penjualan.

Jadi cara termudah mendapatkan modal sekali lagi, lakukan seperti sang istri yang dapurnya jelek seadaanya tetap berusaha masak. Karena semakin sering kita masak, maka hukum “ala bisa karena biasa” tercipta.
Sementara green field company yang belum jalan sulit mendapatkan modal karena seperti kenyataan dapur yang lengkap, tetap saja tidak bisa masak. Bisnis yang serba lengkap, belum tentu jalan. Lebih baik, seadanya jalan, walau terseok, walau masak air gosong, tetap lebih baik.

#Bossman #MWP

Mardigu_WP

Categories: Bossman

[Part 3] Self Ideal, Self Image, Self Esteem.

August 17, 2017 Leave a comment

Judul Asli: PENDAPAT ANDA TENTANG DIRI ANDA
By: Mardigu WP

Mengenal diri sendiri merupakan 50% kemenangan dalam pertempuran, adalah wejangan kata-kata bijak yang terdapat di banyak bangsa. Kemudian dalam kehidupan manusia ada juga pesan bijak yang mengatakan bahwa kehidupan merupakan “constant battle” atau pertempuran terus menerus hingga akhir hayat juga diajarkan di semua agama oleh para pembawa pesan Tuhan.

Bagian yang terpenting untuk mengenal diri adalah mengenal konsep diri yang ada 3 macam, yang dua sudah Saya tuliskan dalam tulisan sebelum ini.

Sekarang kita masuk ke bagian ketiga. Bagian ketiga self-concept adalah self-esteem.
Bagian ini adalah “komponen emosional” dalam kepribadian Anda, dan factor yang paling penting dalam menentukan bagaimana Anda berpikir, merasa, dan bertingkah laku.

Tingkat self-esteem Anda menentukan banyak hal yang akan terjadi kepada Anda di dalam hidup ini. Sebagaimana Saya sering tuliskan bahwa “Kalimat yang paling tepat untuk mendefinisikan self-esteem adalah seberapa besar Anda menyukai diri Anda sendiri”.

Semakin Anda menyukai diri Anda, semakin baik Anda akan bertindak dalam bidang apapun yang Anda tekuni. Dan, berdasarkan hukum timbal balik, semakin baik performansi Anda, Anda akan semakin menyukai diri Anda.

Self-esteem adalah ”inti reaktor” kepribadian Anda. Self-esteem adalah sumber energi yang menetukan tingkat percaya diri dan antusiasme Anda. Semakin Anda menyukai diri sendiri, Anda cenderung menentukan sasaran hidup yang lebih besar dan Anda cenderung lebih lama bertahan dalam memperjuangkan pencapaian sasaran tersebut.
Orang-orang yang memiliki self-esteem yang tinggi boleh dibilang nyaris unstopable, tak terbendung.

Tingkat self-esteem Anda akan menentukan kualitas hubungan sosial Anda dengan orang lain. Semakin Anda menyukai dan menghargai diri Anda sendiri, Anda akan cenderung semakin menyukai dan menghormati orang lain sehingga mereka akan merasa lebih nyaman bergaul dengan Anda. Dalam kehidupan bisnis dan karier, tingkat self-esteem pribadi Anda akan menjadi sebuah faktor penentu yang penting apakah orang lain mau membeli barang-barang yang Anda jual, mau mempekerjakan Anda, mau melakukan perjanjian bisnis dengan Anda, atau bahkan mau memberi Anda pinjaman uang.

Semakin baik self-esteem Anda, semakin baik pula Anda dalam bertindak sebagai seorang pasangan hidup atau sebagai orangtua.Orangtua yang memiliki self-esteem tinggi akan membesarkan anak-anak yang juga memiliki self-esteem tinggi. Anak-anak ini akan mengembangkan self-confidence —rasa percaya diri— tinggi dan akan berhubungan dengan teman-temannya yang juga memiliki self-esteem tinggi.
Rumah-rumah yang para anggotanya memiliki self-esteem tinggi biasanya penuh dengan cinta, tawa, dan kebahagiaan.

Categories: Uncategorized

[Part 2] Self Ideal, Self Image, Self Esteem.

August 17, 2017 Leave a comment

Judul Asli: MELIHAT DIRI SENDIRI
By: Mardigu WP

Kita lanjut pelajaran tentang konsep diri dalam manusia dari ilmu aplikasi psikologi yang saya kenal. Mohon izin ya, sesekali pindah bentuk tulisan daripada saya gerundel terus karena bisnis saya bermasalah sama BUMN. Bener khan, gak enak bacanya. Jadi kita ketemu di sesuatu yang universal. Pelajaran pemberdayaan diri, bagaimana “do less achieve more”.

Sahabat banyak yang tahu Saya menulis surat ke Presiden minggu lalu tepatnya tangal 8 agustus 2017. Ternyata direspon. Pagi tadi Saya dipanggil dan bertemu dengan ring 1 istana. Lumayan panjang diskusinya dan belum tentu Dia menyetujui konsep dan usulan Saya tentang ketahan energi berbasis flare gas, tetapi setidaknya Dia mencatat masukan apa yang Saya berikan, first hand, ke tangan pertama. Terima kasih atas respond tersebut.

Pasti ada sahabat yang bertanya mengapa sering Saya bisa mencapai respon sesuatu yang terlihat jauh dari jangkauan dan ternyata direspon? Jawabnya, Saya tahu bagaimana mem-framing dan Saya tahu bagaimana menggunakan “forcing” sentence untuk itu.

Saya pernah membuat di FB ini 21 tulisan tentang forcing ini dan teknis mem-framingnya.Dan kita buktikan berhasil.

Basic memahami framing dan forcing adalah tulisan seperti yang saya tuliskan tentang “talk” dan “self concept” terlebih dahulu. Sekali lagi tulisan ini lengkap di buku “sadar kaya”. Dan selalu, kali ini Saya tuliskan dari sudut pandang lain. Kita mulai ya.

Bagian kedua self-concept Anda adalah self-image. Bagian ini menunjukkan bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri dan pendapat Anda tentangnya.
Seringkali bagian ini juga disebut ”inner mirror” atau cermin diri. Di sinilah Anda meliat ke dalam diri Anda, dan menentukan bagaimana Anda sebaiknya bertingkah laku dalam satu situasi tertentu. Karena kekuatan self-image inilah, perilaku Anda di luar diri Anda akan selalu konsisten dengan gambaran yang terdapat di dalam diri Anda.

Penemuan self-image ini, yang dipelopori oleh Maxwell Maltz, merupakan sebuah terobosan besar dalam memahami perilaku dan efektivitas manusia. Salah satu tekniknya adalah dengan cara memvisualisasikan dan membayangkan diri Anda bertingkah laku dalam kapasitas terbaik Anda dalam situasi yang akan Anda hadapi. Cara itu sebenarnya Anda sedang mengirimkan sebentuk pesan tertentu pada pikiran Anda. Pikiran anda kemudian akan menerima pesan ini sebagai layaknya satu perintah, dan kemudian akan mengoordinasikannya dengan pikiran, kata-kata, dan tindakan-tindakan Anda sehingga pikiran, kata-kata, dan tindakan-tindakan itu akan sejalan dengan pola yang konsisten dengan gambaran yang telah Anda ciptakan.

Semua perbaikan dalam hidup Anda dimulai dari perbaikan dalam gambaran mental Anda. Citra diri internal Anda akan memengaruhi berbagai emosi, perilaku, sikap Anda, dan bahkan juga bagaimana orang lain akan berinteraksi dengan Anda.
Pengembangan self-image yang positif menjadi bagian yang sangat penting dalam mengubah cara berpikir Anda dan kemudian dalam mengubah hidup Anda. Ini semua adalah teori dasar, basic agar memahami pelajaran praktek yang akan saya berikan sesudah ini.

*bersambung

Categories: Uncategorized

[Part 1] Self Ideal, Self Image, Self Esteem.

August 17, 2017 Leave a comment

Judul Asli: TALK & CONCEPT
By: Mardigu WP

Kata-kata yang paling berpengaruh dalam diri Anda adalah kata-kata yang biasa Anda katakan kepada diri Anda sendiri dan kemudian Anda yakini kebenarannya.
Pembicaraan Anda dengan diri Anda sendiri, dialog Anda ke dalam diri Anda akan menentukan 95 persen emosi Anda.
Ketika Anda berbicara kepada diri sendiri, pikiran anda akan menerima kata-kata Anda sebagai satu perintah. Pikiran itu kemudian akan menyesuaikan perilaku, self-image, dan gerak-gerik tubuh Anda sehingga cocok dan konsisten dengan kata-kata Anda.

Sampai di sini cerna dulu dengan baik pemahaman tentang “talk” sebelum kita lanjutkan.

Oleh karena itu, mulai sekarang, berbicaralah kepada diri Anda hal-hal yang benar-benar Anda inginkan dan ingin Anda lakukan. Hindarilah mengatakan apa-apa tentang diri Anda yang tidak Anda harapkan akan terjadi.

Katakanlah secara berulang-ulang kata-kata yang benar-benar berpengaruh bagi diri Anda, ”saya pasti bisa!” – “hidup itu mudah” – “kehidupan itu sederhana” – “ Tuhan baik”, lagi dan sekali lagi.

Sebelum Anda menghadapi satu kejadian penting, katakanlah berulang-ulang, ”Saya suka diri saya sendiri!”, katakan, ”Saya yang terbaik! Saya yang terbaik! Saya yang terbaik!” lagi dan sekali lagi, seolah apa yang Anda katakan itu benar adanya. Kemudian, berdirilah dengan tegak dan kukuh, kembangkan senyum percaya diri di wajah Anda, lalu kerjakanlah apa yang hendak Anda kerjakan dengan sebaik-baiknya,sebaik yang Anda bisa. Dengan segera, apa yang Anda lakukan ini akan menjadi sebuah kebiasaan yang baik bagi Anda.

Mengapa hal sederhana ini penting? Karena Anda berhak menjadi yang terbaik. Bagaimana menjadi yang terbaik? Nah disini tantangan tersulit bagi yang belum faham, namun semudah membalik tangan bagi yang memahaminya. Kita lanjut? Siap-siap pasang safety belt.

Baik, kita mulai.
Ada 3 bagian Anda harus mengenal diri Anda. Sebenarnya tulisan lengkap ini ada di buku “sadar kaya” namun sekarang Saya coba tuliskan dari sisi lain lagi.
Manusia adalah arsitek jalan hidupnya sendiri. Setuju dengan pameo ini ya? Aristek itu melakukan rancang bangun dari bangunan yang Anda pilih. Dan awal arsitek membangun selalu diawali dengan konsep.

Dalam kehidupan manusia, pikiran manusia adalah arsitek yang maha dahsyat. Anda bisa jadi “infinite being” Anda bisa menjadi “co-creator to God”. Selama konsepnya benar.

Sebelum kita membangun, perlu gambar arsitek, arsitek memerlukan konsep. Ada 3 hal konsep diri yang harus kita kenal. Bahasa lainnya adalah “self concept”.

Self-concept Anda memiliki tiga bagian, seperti halnya sepiring kue pai yang dibagi menjadi tiga potong. Setiap bagian akan menyambung dengan tepat pada bagiannya yang lain. Ketiga elemen tersebut secara bersama-sama membentuk kepribadian Anda. Ketiganya menentukan apa yang biasa Anda pikir, Anda rasa, Anda lakukan, dan semua yang terjadi kepada diri Anda.

“Self-ideal” adalah bagian pertama kepribadian dan self-concept Anda.
Self-ideal Anda terdiri dari semua harapan, impian, visi, dan idaman Anda. Self-ideal terbentuk dari kebaikan, nilai-nilai, dan sifat-sifat yang paling Anda kagumi dari Anda maupun dari orang lain.
Self-ideal adalah sosok seperti apa yang paling Anda inginkan, andai Anda dapat menjadi manusia yang sangat sempurna di segala bidang. Bentuk ideal ini menuntun Anda dalam membentuk perilaku Anda.
Orang-orang hebat yang ada selama ini, para pemimpin, dan orang-orang berkarakter biasanya memiliki nilai-nilai, visi-visi, dan bentuk-bentuk ideal yang sangat jelas. Mereka tahu benar siapa diri mereka dan apa yang mereka yakini. Mereka mematok standar yang “sangat tinggi” bagi diri mereka, dan mereka tidak main-main dengan standar itu. Mereka adalah sejenis orang-orang yang biasa dikagumi dan dijadikan panutan oleh orang lain. Dalam berinteraksi dengan orang lain, mereka terlihat pasti dan tegas. Apa pun yang mereka lakukan, mereka akan selalu berusaha dengan sangat keras agar dapat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai ideal mereka.

Ok, sejauh ini kita coba fahami satu dulu dari 3 self concept ini agar bangunan yang kita rancang bagus. Self ideal ini adalah visi tertinggi, terjauh, terbaik dari “best use of land” kalau di dunia property yang arsitek akan rancang.

*bersambung

Categories: Uncategorized

Wallace D Wattles The Science Of Getting Rich: Hak Untuk Kaya

July 23, 2017 Leave a comment

“Whatever may be said in praise of poverty, the fact remains that is not possible to live a really complete or successfull life unless one is rich”

Ada tiga motif untuk hidup:
Body, Mind, Soul – tubuh, pikiran, jiwa.
Tidak ada yang lebih baik atau lebih suci dibanding yang lainnya, semua harus dipenuhi.

Tidak tepat jika hidup hanya untuk kepuasan Jiwa, dan mengabaikan Pikiran dan Tubuh.
Dan juga salah jika hidup hanya untuk kepuasan Pikiran, lalu mengabaikan Jiwa dan Tubuh.

Kehidupan sudah berkembang menjadi begitu kompleks, sehingga untuk memenuhi semuanya manusia perlu menjadi Makmur, Kaya Raya.

Manusia, tubuhnya memerlukan makanan yang baik, pakaian yang nyaman, rumah yang aman dan nyaman.
Istirahat yang cukup dan rekreasi juga diperlukan untuk tubuh.

Manusia, tidak bisa terpenuhi kebutuhan pikirannya tanpa buku untuk dibaca dan kebebasan waktu untuk belajar, tanpa kesempatan untuk berkunjung dan mengobservasi, atau tanpa hubungan dengan para guru. Manusia juga perlu menikmati objek seni dan keindahan untuk diapresiasi.

Manusia, untuk terpenuhi dalam Jiwa, harus mempunyai cinta dan bisa mengekspresikannya.
Ekspresi cinta adalah berbagi, dan itu akan terhalangi jika tidak kaya raya.

Terjemah ringkasan bebas bab 1: The rights to be Rich
The Science of Getting Rich
Wallace D. Wattless

 

IMG_20170723_194009.jpg

Categories: Uncategorized

CRAFT By Yan Nurindra.

July 16, 2017 Leave a comment

Setelah sebelumnya saya Reposting tentang CRAFT dari artikel Mardigu WP, kali ini saya akan Reposting CRAFT dari salah satu gurunya MWP, ya tentu saja, Yan Nurindra.

*********

Metode C.R.A.F.T.

Ini adalah salah satu metode Self-Image Programming yang diperkenalkan oleh teknik Psychocybernetic.

CRAFT adalah suatu sequence 5 langkah atau 5 hal yang dilakukan terus menerus sampai dengan tercapai kompetensi, artinya Self-Image tersebut sudah ter-implant dengan permanen, sudah masuk dalam kategori kompetensi tertinggi, yaitu “tidak sadar bahwa mampu” atau “tidak sadar bahwa sudah memiliki Self-Image baru” !

C = Cancel, R = Replace, A = Affirmation, F = Focus, T = Train.

Jadi misalkan kita ingin memasukkan “Self-Image”, yaitu “Saya adalah pribadi yang sehat !” (maksudnya fisiknya sehat), maka :

C = Cancel

Sejak itu awasilah segenap ucapan, pemikiran, self-talk kita ! Dan jika kita “kebetulan” berucap yang “bertentangan dengan program kita” misal : “Aaaah …. hari ini badan gue sakit banget ….!” atau misal hanya suatu self-talk atau sikap bathin : “Habis mandi air dingin … kok badan agak meriang ya ? Mau sakit nih kali ?”

Nah ! Segera lakukan “Cancellation”, segera ucapkan “batal … batal …. Batal …. nggak jadi ….!”. Walaupun terkesan “main-main”, tetapi sebenarnya kita tengah bermain dengan “awareness” yang luar biasa, bahkan kita dengan sangat sadar membatalkannya agar tidak di-record oleh Sang “Pikiran Bawah Sadar” !

R = Replace

Setelah melakukan pembatalan, segera ucapkan kalimat pengganti (Replace), misal : “Saya dikaruniai Tuhan fisik yang sangat sehat dan sempurna !” atau “Gue sangat sehat-sehat …. hat …. hat …. sehat abiissss !” terserah versi mana yang paling “menyentuh” bathin kita !

A = Affirmation

Sering-seringlah mengucapkan afirmasi yang bertema “sehat”, juga boleh kita mengkoleksi gambar-gambar atau lambang-lambang yang berkaitan dengan “sehat”, karena ini adalah upaya efektif untuk meng-edukasi Pikiran Bawah Sadar yang notabene adalah mahluk lambang atau citra (image) !

F = Focus

Luangkan waktu sekali sehari untuk “Focus”, yaitu melakukan Visualisasi Kreatif, Self-Programming, Self Hypnosis, atau apapun itu. Yang penting kita dapat memasuki teater imajinatif untuk “menghidupkan” apa yang kita inginkan !

T = Train

Entah faktanya kita sudah sehat atau belum sehat ? Tidak penting ! Pada tahapan ini kita “wajib” untuk “bergaya” bahwa seakan-akan kita sudah benar-benar menjadi pribadi yang sehat ! Fisiologis kita harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kita “tampak” sehat ! Ini NLP banget ya ! Pada tahapan ini kita “in action” untuk men-“Training” diri kita sendiri !

***

Nah, C.R.A.F.T. ini harus anda lakukan dengan “awareness” yang sangat tinggi ! Untuk itu nanti di bagian “Mindset & Lifestyle” saya akan bahas khusus apakah yang dimaksudkan dengan “Awareness” dalam konteks “LoA” versi saya !

Setiap tema programming membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk mencapai “kompetensi”, tetapi secara umum untuk programming yang moderat, dibutuhkan waktu sekitar 6 minggu untuk mencapai kompetensi ! Dan saat itulah “Servomechanism” anda siap bergerak tanpa dapat dibendung …. untuk membawa anda ke sasaran !! “LoA” dalam konteks tema tersebut akan mulai bekerja untuk anda !

***

https://abid912.wordpress.com/2017/03/18/craft-cancel-replace-affirmation-focus-train/

https://abid912.wordpress.com/2017/05/14/yan-nurindra-kekuatan-dahsyat-afirmasi/

https://abid912.wordpress.com/2012/08/07/terjemah-bebas-what-to-say-when-you-talk-to-yourself-part-1/

Categories: Uncategorized

State of Mind: Bahagia.

July 2, 2017 Leave a comment

Bahagia adalah “state of mind”, kondisi pikiran, yang juga tak terlepas dari kondisi perasaan.
Bahagia bisa dimanapun, dan kapanpun. Begitupun dengan ketidakbahagiaan.

Bahagia adalah kondisi di dalam “within”, bukan kondisi di luar.
Yang dimaksud di luar adalah, seperti: “aku bahagia kalau punya uang banyak”, “aku bahagia kalau punya istri cantik dan baik”, “aku bahagia kalau…….” semua bersyarat.

Itu adalah contoh kondisi di luar. Apakah menjamin kalau punya uang banyak, punya istri cantik dan baik, dan lain sebagainya bisa berbahagia? Jawabnya tentu “mungkin saja”, dan mungkin juga sebaliknya.

Bahagia ada di dalam diri sendiri, kondisi pikiran dan batin sendiri, yang tenang, damai, rela, ikhlas, syukur, menjadi satu. Terlepas dari kondisi apapun di luar.

Bahagia bisa dimulai dari kesadaran. Sadar Untuk Selalu Sadar. Eling Lan Waspodo. Dimulai dari memperhatikan pikiran dan perasaan diri sendiri secara terus menerus, kemudian bisa memilah dan memilih sesuka diri sendiri, apa saja kondisi pikiran dan perasaan yang ingin “dipegang” dan apa saja yang cukup sekedar numpang lewat.

Sadari Saja. Selamat Berbahagia, selalu.
*disarikan dari: berbagai sumber.

Categories: Uncategorized