Sadar: Ingat Untuk Selalu Mengingat.

March 25, 2017 Leave a comment

Hidup adalah seni memilih: untuk melakukan, untuk tidak melakukan. Juga seni memilih rasa dan pikir: apa yang dirasakan, apa yang dipikirkan.

Pilihan yang kadang “terkesan” sangat cepat, misal: saat sedang berkendara di jalan lalu ada sedikit senggolan, sepersekian detik kemudian diri akan merespon untuk marah atau untuk biasa saja. Padahal jelas, respon ini adalah hasil dari pilihan diri kita sendiri. Selalu.

Pilihan untuk “sadar” adalah kebebasan mutlak yang sebanding juga dengan pilihan untuk “tidak sadar”. Tidak ada IBLIS di sana yang membisik atau merayu untuk “tidak sadar”. Adalah mutlak 100% hasil dari pilihan kita sendiri.

Sadar, ingat untuk selalu mengingat.
With love, abid912.

Categories: Uncategorized

CRAFT: Focus

March 24, 2017 Leave a comment

Lanjutan CRAFT
BY: Mardigu WP

“F” adalah “Focus”, yang artinya kita sebaiknya menyediakan waktu khusus minimal sekali dalam sehari untuk secara “sengaja” memasukkan seluruh program yang kita inginkan ke pikiran bawah sadar kita.

Caranya? Dengan terlebih dahulu menenangkan diri, masuk ke gelombang otak yang lebih rendah dari biasanya, atau dikenal sebagai gelombang Alpha. Lalu pada saat kita mulai memasuki keheningan ini,masukkanlah program kita dengan cara “berbicara ke diri sendiri”, membuat panggung imajinasi yang dapat menampilkan hal-hal yang kita ingin capai, dan memberikannya sentusan emosi positif.

Teknik ini populer dengan sebutan “sub conscious reprograming”.

Sesungguhnya, metode CRAFT merupakan “sebagian” dari paket metode untuk mencapai sukses, dimana CRAFT ini lebih ditekankan untuk keperluan perubahan “Self Image” yang mungkin lebih bersifat global.

Lakukan CRAFT dengan disiplin tinggi, untuk merubah suatu “Self Image”! Gunakan awareness yang baik berturut-turut (waktu moderat yang biasa berlaku). Songsonglah kelahiran “Self Image” baru, dan nikmatilan “servomechanism” yang baru! Tentunya “servomechanism” sukses!

Jika “Self Image” telah mendukung, maka saatnya bagi kita untuk memasuki “penciptaan” yang lebih detail, yaitu hal-hal nyata yang kita perlukan dalam kehidupan.
Untuk pencapaian hal-hal yang lebih detail semacam ini, tentu kita dapat mempergunakan teknik-teknik yang lebih tepat, misalkan dengan teknik: Well-Formed Outcome, Time Line, Future Pacing, break pattern, projected imaginary, perpetual perception baru,dll.

Dari uraian di atas, semoga dapat dipahami bahwa bagaimanapun juga sukses ternyata membutuhkan upaya, ketekunan, dan strategi.
Mencapai sukses adalah bagaimana mentransformasikan “mimpi” menjadi suatu langkah-langkahyang relatif lebih mudah untuk “di-indra-kan” dan di-“ukur”!

Selama kita hidup di alam semesta yang sama, maka sesungguhnya tidak ada “keajaiban” yang tidak memiliki struktur! Semuanya memiliki pola dan pasti tunduk kepada hukum yang mengikat seluruh penghuni alam semesta.Kini semuanya kembali kepada pilihan kita masing-masing, apakah kita lebih nyaman untuk tetap menjadi “pengharap”, atau kita “bangun”dan menggunakan segenap sumber daya yang kita miliki untuk menjadi “the best of you” yang siap untuk “meramu” segenap hukum yang berlaku di alam semesta.”

What you are now is a God’s gift, what YOU BECOME its your gift to God”. Percayalah, “you become” adalah freewill. Pilihlah menjadi terbaik dan memberikan yang terbaik untuk Sang Pencipta sebagai persembahan anda kepadaNYa. #peace

Categories: Uncategorized

CRAFT: Cancel Replace Affirmation Focus Train

March 18, 2017 Leave a comment

CRAFT: Cancel Replace Affirmation Focus Train
by: Mardigu WP

CRAFT merupakan salah satu teknik sederhana yang diperkenalkan oleh pengetahuan aplikasi psikology modern.
Teknik ini sederhana sekali. Sangat efektif untuk menginstall sebuah ketrampilan baru. Dan saya secara pribadipun saya selalu menerapkan teknik ini jika saya perlu meng-install-kan sesuatu ke dalam diri saya.

CRAFT singkatan dari Cancel – Replace – Affirmation – Focus – Train, di mana teknik ini terutama dipergunakan untuk merubah “Self Image”, walaupun dengan sedikit penekanan di sana-sini juga efektif untuk pencapaian “Outcome” yang telah kita tetapkan.

Sebagai contoh Kita akan memasukkan “Self Image” tentang kemakmuran, yang kita harapkan nantinya “Self Image” ini akan mendukung segala langkah kita untuk benar-benar menjadi sukses.

C adalah CANCEL, segera lakukan pembatalan (secara aktif) jika kita melakukan “Self Talk” yang bersifat sabotase. Dalam hal ini adalah seluruh “Self Talk” yang menyatakan kita “miskin”, “susah”, “tidak punya apa-apa”, dsb.

R adalah REPLACE, segera pada kesempatan pertama, lakukan “penggantian” dengan kata atau kalimat yang memberdayakan. Misal : “Saya dikaruniai kekayaan yang luar biasa banyaknya”, “Saya pribadi yang sangat kaya”, dsb.

A adalah AFFIRMATION, yang dalam hal ini dimaknai sebagai pembuatan simbol-simbol yang akan diperkenalkan secara intens ke pikiran bawah sadar. Afirmasi dapat berupa “kata-kata”, selama “kata-kata” ini dapat dikonversi menjadi citra bagi pikiran bawah sadar. Afirmasi dapat pula berupa gambar-gambar yang terkait dengan kemakmuran.

F adalah FOCUS, menyediakan waktu secara khusus, dan menggunakan teknik khusus, yaitu subconscious reprograming untuk memasukkan konsep mengenai “kaya” sesuai dengan yang kita inginkan.

T adalah TRAIN, bersikap seakan-akan kita benar-benar telah hidup kaya berkelimpahan, sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sikap yang dimaksud adalah mulai dari sikap fisiologis, sampai dengan sikap bathin.

CRAFT ini harus dilakukan secara aktif, terus menerus tanpa henti, sampai dengan memasuki tahapan “Unconscious Competence”.
Berdasarkan pengalaman, untuk instalasi “Self Image” yang moderat, dibutuhkan waktu sekitar 2-4 minggu agar mencapai tahapan “Unconscious Competence”.

Vaya Con Dios!!

Categories: Uncategorized

Nina Arlina: You can be a victim or You can be rich, but You can’t be both.

You can be a victim or You can be rich, but You can’t be both.
by: Nina Arlina

You can go after whatever you need. You just cannot deny anyone else to go after whatever they need.
Every time, and I mean every time You blame, justify, or complain, You are slitting Your financial throat.

Now, You can be a victim or You can be rich, but You can’t be both.
Here’s why! So what about You?

The 13 Biggest Differences Between Rich People & Poor People. Ah yes — the great divide between the rich and the poor. How are they so different from each other?
(a very long sharing explanation here, however lets learn to read to the very end and I promise You it will be worth)

You can choose to be a victim or You can choose to be rich, but You can’t be both. Here’s why!

1). Rich people play the money game to win. Poor people play the money game to not lose.

The goal of truly rich people is to have massive abundance infinite wealth and for many of them, it’s to help a lot of people. One of the principles I have learned in programs is, “If You shoot for the stars, You’ll at least hit the moon.”
Poor people don’t even shoot for the ceiling in their house, and then they wonder why they’re not successful

2). Rich people are committed to being rich is a Need. Poor people want to be rich.

The number one reason most people don’t get what they need is that they don’t know what they need. Rich people are totally clear that they need wealth. They are unwavering in their desire. They are fully committed to creating wealth. As long as it’s legal, moral, and ethical, they will do whatever it takes to have wealth. Rich people do not send mixed messages to the universe. Poor people do.
The third level of needing is “I commit to being rich.” The definition of the word commit is to “devote oneself unreservedly.” This means holding absolutely nothing back; giving 100 percent of everything You’ve got to achieving wealth. It means being willing to do whatever it takes for as long as it takes. This is the warrior’s way. No excuses, no ifs, no butts, no maybes — and failure isn’t an option. The warrior’s way is simple: “I will be rich or I will die trying.”
In my experience, getting rich takes focus, courage, knowledge, expertise, 100 percent of my effort, a never-give-up attitude and, of course, a rich mindset.
Are you willing to work 16 hours a day? Rich people are. Are you willing to work seven days a week and sometimes most of your weekends? Rich people are. Are you willing to sacrifice for at least a period of time seeing your family, your friends, and give up your recreations and hobbies? Rich people are. Are you willing to risk all your time, energy andstart-up capital with no guarantee of returns? Rich people are.

It’s simple — you will be paid in direct proportion to the value you create in the marketplace.
How do you and me want to live your life? How do you want to play the game? Do you want to play in the big leagues or in the little leagues, in the majors or the minors? Are you going to play big or play small? It’s your choice.
Your life is not just about You. It’s also about contributing to others. It’s about living true to Your mission and reason for being here on this earth at this time. It’s about adding Your piece of the puzzle to the world.
Most people are so stuck in their egos that everything revolves around them. However if We need to be rich in the truest sense of the word, it can’t only be about You. It has to include adding value to other people’s lives. Part of Your or My mission in life then must be to share your gifts with as many people as possible. That means being willing to play big.The by product is that the more people you help, the “richer” you become, mentally, emotionally, spiritually, and definitely financially.

3). Rich people see opportunities. Poor people see obstacles.

Rich peoplesee potential growth. Poor people see potential loss. Rich people focus on rewards. Poor focus on the risks. Rich people take responsibility for the results in their lives and act upon the mindset “It will work because I’ll make it work.”
Rich people are committed enough to do whatever it takes.
Period, it comes down to this: If not You, then Who?

4). Rich people focus on what they need, while poor people focus on whatthey don’t want.

Did you know that there are no straight lines in the universe? Life doesn’t travel in perfectly straight lines. It moves more like a winding river. More often than not, You can only see to the next bend, and only when you reach that next turn can you see more.
Action always beats inaction. I have found that the richest people I know are also the nicest.

Bless that which you want. If you see a person with a beautiful home, bless that person and bless that home.
If you see a person with a beautiful car, bless that person and bless that car.
If you see a person with a loving family, bless that person and bless that family.
If you see a person with a beautiful body, bless that person and bless their body.

Everything happens for a reason and that reason is there to assist me.
From now on, let us practice reframing other people’s negativity as a reminder of how NOT to be. Nothing has meaning except for the meaning we give it.

Energy is contagious: Either you affect people or you infect people. I believe negative thinking is like having measles of the mind. Instead of itching, you get bitching; instead of scratching, you get bashing; instead of irritation, you get frustration. Now, do you and me really need to be close to people like that?

5). Rich people are almost always excellent promoters.

They are willing to promote their products, their services, and their ideas with passion and enthusiasm. Resenting promotion is one of the greatest obstacles to success. People who have issues with selling and promotion are usually broke.

6). Poor people will do almost anything to avoid problems. Poor people see a challenge and they run.

The secret to success, my dearest friends, is not to try to avoid, or get rid of, or shrink from our problems; the secret is to grow yourself so that you are bigger than your problems.
If You and Me have a big problem in our life, all that means is that you are being a small person!

If you want to make a permanent change, stop focusing on the size of your problems and start focusing on the size of you!
Don’t Believe A Thought You Think: The Greatest Secret To Life.

7). Rich and successful people are solution-oriented.

Rich people spend their time and energy strategizing and planning the answers to challenges that come up, and creating systems to make certain that problem doesn’t occur again.

Think of yourself as a container for wealth. If your container is small and your money is big, what’s going to happen? You will lose it. Your container will overflow and the excess money will spill out all over the place. You simply cannot have more money than the container.

Therefore you must grow to be a big container so you not only hold more wealth, but you also attract more wealth.

8). Rich people do not back away from problems, do not avoid problems, and do not complain about problems.

Rich people are financial warriors. The bottom line is that if you become a master at handling problems and overcoming obstacles, what can stop you from success? The answer is nothing! And if nothing can stop you, you become unstoppable!

If a 100-foot oak tree had the mind of a human, it would only grow to be 10 feet tall!

9). Rich people work hard and believe it’s perfectly appropriate to be well rewarded for their efforts and the value they provide for others. Poor people work hard, but due to their feelings of unworthiness, they believe that it is inappropriate for them to be well rewarded for their efforts and the value they provide.

Get really rich and then help the people who didn’t have the opportunity you did. If you have the where with all to have a lot of money, have it.

How you do anything is how you do everything.There’s nothing wrong with getting a steady paycheck, unless it interferes with your ability to earn what you’re worth. There’s the rub. It usually does. Living based in security is living based in fear.

10). Rich people believe in them selves, believe in their value and in their ability to deliver it. Poor people don’t. That’s why they need “guarantees.”

The only way to earn what you’re really worth is to get paid based on your results. Do you want a successful career or a close relationship with your family? Both!
Do you want a focus on business or have fun and play? Both!
Do you want money or meaning in your life? Both!
Do you want to earn a fortune or do the work you love? Both!

Poor people always choose one or the other, rich people choose both.

Let’s set the record straight. Money is important! To say that it’s not as important as any other things in life is ludicrous. What’s more important, your arm or your leg? Could it be that both are important?
Money brings freedom — freedom to buy what you need, and freedom to do what you need with your time.

Money allows you to enjoy the finer things in life as well as giving you the opportunity to help others have the necessities in life. Most of all, having money allows you not to have to spend your energy worrying about not having money.

11). Poor people either mismanage their money or they avoid the subject of money altogether.

I don’t know about you, however where I went to school, Money Management 101 wasn’t offered. Instead we learned about the War, and unrelated education for life skills which of course is something I use every single day. The single biggest difference between financial success and financial failure is how well we manage our money.

It’s simple: to master money, we must manage money.

Saying, “I’ll start managing my money as soon as I get caught up” is like an overweight person saying, “I’ll start exercising and dieting as soon as Ilose 20 pounds.”

We must acquire the habits and skills of managing a small amount of money before we can have a large amount. Money is a big part of our life, and when we learn how to get our finances under control, all areas of our life will soar. It comes down to this: either you control money, or it controls you. To control money, you must manage it.

12). Rich people have their money work hard for them while poor people work hard for their money.

Rich people see every dollar as a “seed” that can be planted to earn a hundred more dollars, which can then be replanted to earn a thousand more dollars.
Eventually rich people get the choice to work or not.

Poor people don’t invest their money and are stuck working for the rest of their lives.

13). Rich people are willing to act in spite of fear. Poor people let fear stop them.

It’s imperative to realize that it is not necessary to try to get rid of fear in order to succeed. Rich and successful people have fear, rich and successful people have doubts, rich and successful people have worries. They just don’t let these feelings stop them.

Unsuccessful people have fears, doubts, and worries, then let those feelings stop them.

We need to practice acting in spite of fear, in spite of doubt, in spite of worry, in spite of uncertainty, in spite of inconvenience, in spite of discomfort, and even to practice acting when we’re not in the mood to act.

If we are willing to do only what’s easy, life will be hard. But if we are willing to do what’s hard, life will be easy.

Either you’re a person who will be stopped, or you are a person who won’t be stopped. You choose.

So there you have it.

Now it’s your choice who you’d rather be like. If you need to be rich, do what rich people do. If you don’t, then do what broke people do.
Simple right?

Where to begin? It all starts with what is inside of you — more specifically, your mind. Your thoughts lead to your feelings, that lead to your actions that lead to your results. Either we control our mind or it controls you.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Give yourself a Retreat Millionaire Mindset Bootcamp 3 Batu Malang Jatim that is happening on April 27th to 30th April 2017

Mr Mardigu Wowiek is going to show you proven principles and techniques to tame your mind, master your life and become unstoppable.
Reserve your spot now.For Your Freedom.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Much Much Love from EX Student MMBC 2 LEMBANG 2016
Nina Arlina
Nina Crèmede la Crème
MomNi’na Growing WithoutSchool

full_size_20170305161429

Categories: Uncategorized

Trust: Because We Couldn’t Rush.

February 15, 2017 Leave a comment

Trust, Enjoy and Love the process, because we Couldn’t Rush it.

Nikmati, kita lahir ke dunia ini karena orangtua kita bersenang-senang.
Percayai, karena padi tetap harus ditanam dan dirawat sepanjang waktu sebelum dipanen.
Cintai, adakah yang lebih indah selain hidup dengan penuh cinta?

Ada waktu untuk menyemai bibit, ada waktu untuk merawat, dan pasti tiba waktu untuk memanen, apapun yang kita tanam, “baik” ataupun “buruk”.

Selamat menikmati hidup.

img_20161029_121945

Categories: Uncategorized

Doa, Masa Depan dan Takdir

February 12, 2017 Leave a comment

Doa, Masa Depan, dan Takdir
Oleh: Candra Malik

Masa lalu menjauh dan telah benar-benar pergi. Disesali bagaimana pun,kita tidak akan bisa kembali ke masa silam. Sebab, “akan” adalah pijakan anak tangga menuju masa depan. Satu-satunya yang bisa kita kerjakan adalah berdamai dengan masa lalu. Menerima dan memahaminya sebagai penanda perjalanan menuju pengalaman berikutnya.

Jika terdapat dendam di masa lalu, hapuslah. Jangan sampai mengerak menjadi kebencian yang membatu di hati. Jika masa lalu itu berupa kenangan indah, semoga kita bisa bersyukur lebih mudah.

Masa depan memang mendekat. Namun, ia tidak pernah benar-benar sampai pada kita. Bagaimana mungkin? Ya, yang hadir kepada kita adalah masa kini. Sekarang. Bukan masa depan. Sejauh-jauh kita telah melangkah ke depan, menyongsong hari-hari mendatang, tetap saja yang datang pada kita adalah hari ini. Kita tak pernah menyentuh hari esok. Tak pernah sampai pada besok. Hari yang kita sebut sebagai besok akan berubah menjadi hari ini pada keesokan harinya. Tetap begitu adanya meski kita mensiasatinya dengan kalender.
Siasat apa pun tidak mengubah apa yang memang fana menjadi hakiki. Tetap saja yang kemarin adalah kenangan, atau kehilangan. Yang esok adalah misteri, atau rahasia. Dan hari ini adalah keniscayaan. Hari ini adalah kepastian yang kita alami, meski yang kita alami itu ketidakpastian.

Hari ini adalah anugerah, hadiah terbaik dari Allah Yang Maha Menciptakan Waktu. Hari ini bukanlah hari kemarin dan besok. Hari ini datang sekali, kemudian menjadi kemarin, lantas menjadi masa lalu. Hari ini layak dirayakan dengan syukur terbaik.

Sebuah idiom menyebutkan, “Yesterday is misery, tomorrow is mystery, and today is a gift, that’s why it’s called present.” Frase ini bisa dimaknai: “Kemarin betapa susah, besok betapa entah, hari ini adalah hadiah, oleh karena itu disebut anugerah.”
Dalam kategorisasi waktu, present adalah masa kekinian atau sekarang. Saat ini, sekarang, kini, atau apa pun sesebutan untuk yang sedang terjadi, adalah anugerah. Ia takkan pernah datang dua kali. Oleh karena itulah, selayaknya kita terima dengan rasa syukur.

Masih dalam bahasa Inggris, sebuah idiom menyebutkan,”Time is money,” atau waktu adalah uang. Bukan science, bukan pula knowledge, yang adalah money. Dalam hal ini, uang digambarkan sebagai sesuatu yang berharga. Dalam Q.S. Al Ashr: 1 pun, Allah bersumpah, “Demi Waktu,” untuk menunjukkan betapa manusia terancam dalam kerugian.

Seorang ulama, Habib Abu Bakar bin Abdullah al Attas, bahkan mengibaratkan waktu dengan sebilah pedang tajam. Jika tidak menebaskannya, kitalah yang akan ditebas oleh waktu.

Allah yang Maha Awal dan Maha Akhir tidak dikenai oleh waktu, dan ruang, yang adalah ciptaanNya. Allah itu Wujud atau Maha Ada, Qidam atau Mula Segala Permulaan, dan Baqa atau Kekal Abadi. Dia menetapkan takdir atas makhlukNya, yang adalah salah satu di antara enam rukun iman. Takdir adalah ketetapan Allah yang tidak dapat diubah oleh manusia. Jika Allah yang mengubahnya, niscaya tak ada yang bisa menghalangi. Jadi, jika ada pertanyaan bisakah manusia mengubah takdir, jawabannya sudah jelas: tidak bisa.

Takdir meliputi qadha atau sesuatu yang belum terjadi dan qadhar atau sesuatu yang telah terjadi. Terhadap sesuatu yang belum terjadi, kita tak bisa mengubahnya; karena memang belum terjadi. Bagaimana bisa kita mengubah sesuatu yang belum terjadi?

Terhadap sesuatu yang sudah terjadi, kita pun tak bisa mengubahnya; karena memang sudah terjadi. Bagaimana bisa kita mengubah sesuatu yang sudah terjadi? Itu jika kita, manusia. Jika Allah yang berkehendak, niscaya berubahlah segala yang Dia kehendaki berubah itu.

Dalam Q.S. Ar Ra’du: 39, Allah berfirman,” Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Induk Kitab, yaitu Lauh Al Mahfudz.” Tak ada yang terlepas dari takdir kecuali Allah yang melepasnya. Bahkan, dalam syarah kitab hadits Arbain Nawawi ditulis, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,”Tidaklah Allah mencelakai kecuali orang celaka.” Sebagaimana ajal, takdir mengena tepat sasaran, tidak akan meleset meski sedetik, meski setitik. Ajal tak bisa ditunda ketika waktu telah tiba.

Empat hal utama yang telah ditetapkan sebagai takdir bagi manusia adalah hidup atau kelahiran, mati atau ajal, jodoh, dan rezeki. Namun, Muhammad memberikan sinyalemen bahwa ajal, misalnya, masih bisa dimohonkan untuk diubah dengan doa umur panjang, sebagaimana dalam doa: “Allahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighna Ramadhana: ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami agar berjumpa lagi dengan Ramadhan.” Bisa, asalkan Allah mengabulkan doa itu.

Jika doamu terkabul, itu bukan karena kau yang berdoa, tapi karena Allah yang mengabulkan doamu. Manusia berproses, Allah penentu hasil. Jika pun ada yang bisa kita ubah, sesuai yang diisyaratkan Allah dalam Q.S ArRa’du: 11 agar kita mengubahnya, maka itu adalah mengubah keadaan kita. Jika takdir tak bisa diubah kecuali oleh Allah, maka kita masih bisa mengubah nasib yaitu dengan mengubah cara kita menerima kenyataan. Tentu, yang terbaik adalah dengan bersyukur. Dan, bersyukur memujiNya adalah doa terbaik.

Categories: Uncategorized

Uang Adalah Energi.

February 5, 2017 Leave a comment

Setiap Hal Adalah Energi, termasuk uang, rumah, mobil, relasi, pekerjaan, dll.

Untuk menarik/mewujudkan hal ‘kecil’ cukup dengan sedikit energi. Untuk menarik hal ‘besar’ kita perlu energi yang lebih besar/banyak. Ini sebabnya untuk mewujudkan hal ‘besar’ perlu waktu, perlu sering difokuskan, dipikirkan, dibayangkan dan dirasakan setiap hari.

Bisa diibaratkan kita sedang mencicil/mengkredit energi. Lebih sering lebih baik. Jika energinya sudah cukup/lunas maka seketika itu juga hal yang kita inginkan terwujud.

Setiap hal yang sering kita fokuskan, pikirkan, bicarakan, selalu menjadi kenyataan. Untuk inilah kita perlu selalu menjaga pikiran dan perasaan hanya untuk memikirkan dan merasakan hal positif, yang kita inginkan, yang kita impikan. Bukan sebaliknya.

Selamat berakhir pekan.

With love,
annabele912

Categories: Uncategorized